Daftar Blog Saya

Apa yang anda cari

Pesan Tiket Pesawat

Tampilkan postingan dengan label Tip's dalam berbisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip's dalam berbisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

Ertiga Pecahkan Rekor Dunia


Konvoi Ertiga Pecahkan Rekor Dunia

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Sabtu, 24/11/2012 17:00 WIB















Jakarta - Konvoi Suzuki Ertiga di Jakarta akhirnya bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia. Bahkan konvoi ini bisa membukukan rekor dunia dari Indonesia pula.

"Acara Pesta Ertiga di Jakarta menurut museum rekor MURI, memecahkan rekor dunia, dengan konvoi 2.379 kendaraan untuk kendaraan sejenis dalam kondisi hujan," ujar 4W Marketing & Dealer Network Development Director PT Suzuki Indomobil Sales Endro Nugroho kepada detikOto di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

"Saya bangga dan ingin mempersembahkan ini untuk para pemakai Ertiga, yang telah berpartisipasi dalam memecahkan rekor dunia maupun pencapaian keiritan bahan bakar yang luar biasa," tambah Endro.

Endro tidak memungkiri konvoi kali ini menimbulkan kemacetan di Jakarta. Atas nama Suzuki, Endro pun meminta maaf kepada warga Jakarta yang merasa tidak nyaman dengan konvoi Ertiga.

"Kami mohon maaf kalau misalnya menimbulkan kemacetan di beberapa titik," ujarnya.

Sebelum konvoi dimulai lanjutnya, Suzuki sudah mengirim sms blast dan BlackBerry Messenger terkait kemacetan yang terjadi gara-gara konvoi.

"Sangat sulit bagi kami untuk tidak menimbulkan kemacetan. Mudahan jadi atraksi menarik kok ini ada mobil yang sama berjejer rame-rame ke satu tempat," ujarnya.



Piagam rekor MURI pun langsung diserahkan oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, kepada PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), di Taman Mini Indonesia, Jakarta Timur.


Konvoi Ertiga menurutnya jadi sarana untuk berliburan bersama keluarga.

"Apalagi kondisi kota asyik juga untuk jalan-jalan. Dan ini ajang silaturahmi, acara bagus, dan kita harus menjaga ketertiban di jalan," ujarnya lagi.

Pengguna lain Anto datang dari Bogor juga sengaja datang untuk mengikuti konvoi.

"Dari pada di rumah, karena ini momen besar untuk Ertiga," ujarnya.

Syahrul dan Anto merupakan sebagian dari pemilik 457 mobil Ertiga yang berangkat dari Carrefour MT Haryono.

"Kita seneng konvoi ramai-ramai, dan kita ingin ikut gathering, dan ingin berpartisipasi dalam pecahkan rekor MURI," ujar Izal.

 "SELAMAT UNTUK SUZUKI ERTIGA ATAS REKOR MURI

 YANG DIRAIHNYA"


SUZUKI ERTIGA FOR YOUR EXCITEMENT

Disalin dari : DetikOto
Cahpordjo76

Sabtu, 12 Mei 2012

Sejarah Pesawat Sukhoi

Pavel Sukhoi, si cerdas yang kagum pesawat






Minggu, 13 Mei 2012 11:01:10

Sukhoi, boleh jadi terpukul oleh peristiwa jatuhnya pesawat Superjet 100 di Gunung Salak. Tetapi, industri penerbangan Rusia itu akan terus berjuang memantapkan diri di antara nama-nama besar seperti Boeing dan Airbus.

Sukhoi sebagai industri pesawat bermula dari kekaguman bocah Pavel Sukhoi terhadap kemampuan manusia yang bisa terbang. "Saya berjalan dengan teman sepulang dari gimnasium. Tiba-tiba ada pesawat di atas kita. Itu sungguh luar biasa! Bukan burung, tetapi manusia terbang di atas kita," kata Pavel Sukhoi pada masa-masa sekolah kurun 1905-1914.

Nama lengkapnya Pavel Osipovich Sukhoi. Lahir pada 22 Juli 1895, dia anak seorang guru di Vitebsk, dulu masuk wilayah Uni Soviet, sekarang bagian Belarusia.

Bermula dari menonton pesawat terbang itulah muncul ketertarikan Sukhoi kecil pada pesawat. Selepas sekolah menengah, Sukhoi masuk fakultas fisika dan matematika di Moscow Technical School, sekarang Bauman Moscow State Technical University (BMSTU).

Selama Perang Dunia II, dia menjadi tentara tetapi mundur karena alasan kesehatan. Kembali ke kampus, dia lulus 1925.

Bakat dan kecerdasannya sangat menonjol hingga diketahui oleh Andrey Tupolev, pioner industri penerbangan Rusia. Skripsinya soal mesin pesawat di bawah bimbingan langsung Tupolev. Kelar kuliah, Sukhoi remaja kerja di TsAGI (The Central Aero Hydrodynamic Institute), saat itu paling terdepan dalam pengembangan pesawat di Rusia. Tugas pertamanya adalah gabung dalam kelompok yang mengembangkan pesawat pembom TB-1 and TB-3.

Selama tahun 1930-an dia terus bekerja bersama Tupolev mengembangkan pesawat dengan daya jelajah tinggi seperti ANT-25 dan pesawat pembom ANT-37 serta BB-1.

Titik baliknya dimulai pada 29 Juli 1939 ketika diserahi membuat biro desain dan konstruksi pesawat sendiri. Tugas pertamanya adalah pengembangan pesawat BB-1 yang kemudian menjadi Su-2, model pertama yang kemudian akan diikuti oleh puluhan model pesawat lain hasil biro desain Sukhoi.

Lebih dari 50 konstruksi dan desain pesawat dihasilkan Pavel Sukhoi. Termasuk di antaranya jet tempur Su-24, the Su-25 dan Su-27 Flanker. Sebanyak 2.000 jet tempur Sukhoi dikirim ke berbagai negara termasuk digunakan pula oleh TNI AU.

Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat Sukhoi pertama untuk penerbangan sipil. Pesawat ini diperkenalkan Agustus 2009 pada pameran penerbangan di Moskow. Sudah banyak pemesan dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Atas berbagai jasanya, Sukhoi dianugerahi gelar pahlawan. Dia meninggal pada 15 September 1975. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Moskow. Selain tentu, terus diabadikan pada nama pesawat-pesawat produksi biro desain dan konstruksinya.
[war]
MERDEKA.COM BERKABUNG : UCAPKAN BELA SUNGKAWA UNTUK DIBAWA KE GUNUNG SALAK. 

Dicopy dari : merdeka.com

Selasa, 01 Mei 2012

MAY DAY ( BURUH SUZUKI DI JAKARTA )

Selasa,1 Mei 2012.

DEMO MEMPERINGATI HARI BURUH SEDUNIA 


Buruh SUZUKI INDONESIA bersama buruh buruh (SeJabodetabek) ikut serta dalam Peringatan buruh sedunia di Jakarta.


Unit Komando Buruh SUZUKI











Bergabung dengan serikat pekerja lain SeJabodetabek.


















Ketua Serikat dari SUZUKI berorasi di depan Kedubes JAPAN.



Dari pihak Kedutaan diterima oleh Staf Kedubes Japan yang didampingi oleh bpk Polisi dan penterjemah.






Para mahasiswa menyerahkan Kado berupa Spanduk " Cabut Permenaker no 17 Th 2005 "



 Menuju Istana Presiden



  Sekber Buruh


Polisi bersantai karena demo peringatan Hari Buruh berjalan aman terkendali ( Stop Anarkis )


Senin, 23 April 2012

Perjuangan Buruh Suzuki


Diguncang Demo Tuntut Gaji, Produksi Suzuki Terhenti

Senin, 23 April 2012, 14:10 WIB
Demo buruh tuntut kenaikan UMP (ilustrasi).
  




REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG---Proses produksi mobil dan motor PT Suzuki Indomobilmotor di Jalan Diponegoro, Desa Jati Mulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lumpuh total akibat 4.000 pekerjanya melakukan aksi unjuk rasa, Senin (23/4). "Perusahaan kami merakit rata-rata 700 unit mobil dan lebih dari 1.000 unit motor per hari dan hari ini mesin pabrik mati total," ujar perwakilan karyawan, Sarjan, di sela aksi unjuk rasa.
Menurut dia, PT Suzuki Indomobil Motor merupakan pabrik perakitan kendaraan setelah seluruh mesin dikirim dari pabrik di kawasan Cakung, Jakarta Timur. "Pabrik di Tambun Selatan ini yang memproses akhir seluruh kendaraan berlogo Suzuki untuk dipasarkan di Indonesia dan Export," katanya.
Ribuan buruh tersebut berunjuk rasa dengan melakukan penutupan jalan utama Diponegoro yang mengakibatkan arus menuju arah Kota Bekasi dan sekitarnya mengalami kemacetan sekitar 2 kilometer. "Kami kecewa karena perusahaan tidak membayar gaji sesuai upah minimum 2012 dan Kami kecewa bahwa Management tidak ber etika baik untuk berunding dengan serikat dan pemerintah," ujar buruh lainnya, Edi.
Menurut dia, pihak perusahaan berkewajiban membayar upah pekerjanya Rp 1,85 juta per bulan, namun hanya dibayar Rp 1,4 juta terhitung sejak Januari 2012 lalu. "Kami menagih selisihnya yang belum dibayarkan sejak Januari lalu," katanya.
Menurut dia, aksi serupa sudah dilakukan beberapa kali, termasuk mendatangkan anggota dewan dari Komisi IX DPR RI yang diwakilkan oleh Rieke Diah Pitaloka. "Kami akan bertahan termasuk dengan melakukan penutupan Jalan Raya Diponegoro, sampai tuntutan kami dapat di penuhi pihak perusahaan," katanya.
Sampai berita ini dibuat, belum ada komentar resmi dari pihak perusahaan terkait tuntutan para buruh.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: Antara
Dicopy dari : www.republika.co.id › Nasional › Umum
Compare hotel prices and find the best deal - HotelsCombined.com