Daftar Blog Saya

Apa yang anda cari

Pesan Tiket Pesawat

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

Koperasi Arridho Didakwa Tiga Pasal Sekaligus

Bos Koperasi Arridho Didakwa Tiga Pasal Sekaligus

Written By Mang Raka on Kamis, 11 April 2013 | 14.00

KARAWANG, RAKA - Tiga terdakwa kasus penggelapan kendaraan yang bermodus Koperasi Arridho Bima Nusantara Cikampek didakwa tiga pasal secara sekaligus oleh Jaksa Penuntut Umum, saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Karawang, Rabu (10/4).
Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Agung Sulistio SH MH itu, Jaksa Penuntut Umum Didit SH, mendakwakan pasal 374 jo pasal 55 KUHP, pasal 372 jo pasal 55 ayat 1 KUHP serta pasal 378 jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP terhadap ketiga terdakwa. Ketiga terdakwa dalam kasus itu ialah Giyatno yang menjabat sebagai Manajer Program atau Penanggung Jawab Koperasi Arridho, Hafid Gusnawan sebagai Manajer Investasi Koperasi Arridho, serta Wahidun sebagai Ketua Koperasi Ar Ridho.
Menurut jaksa, ketiga terdakwa telah menguasai sepenuhnya kendaraan milik orang lain, serta melimpahkan kendaraan tersebut ke pihak ketiga, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemiliknya. Dalam surat dakwaan yang disampaikan jaksa, Giyatno, Hafid dan Wahidun bekerja sama mengelola Koperasi Arridho dan mereka bertiga merupakan pengurus koperasi yang beralamat di wilayah Cikampek.
Selanjutnya pada Juni 2012 pengurus koperasi itu menerima investor dari salah seorang warga Cibarusah, Bekasi, yakni Suhaili, yang menitipkan sebuah kendaraan kepada pengelola koperasi.
Suhaili berani menitipkan kendaraannya yang seharga sekitar Rp 220 juta kepada koperasi tersebut, karena dijanjikan akan mendapatkan imbalan Rp 4.800.000 per bulan.
Sesuai dengan surat perjanjiannya, kendaraan milik Suhaili akan direntalkan kepada pihak perusahaan atau industri. Biaya rental kendaraan itulah yang kemudian menjadi pendapatan Suhaili setiap bulannya, sebagai bagian dari bagi hasil keuntungan.
Dalam realisasinya, imbalan mendapatkan Rp 4.800.000 per bulan dari pengelola koperasi itu hanya berlangsung selama tiga bulan pertama setelah Suhaili menitipkan mobilnya. Setelah tiga bulan itu, Suhaili mengaku tidak pernah memperoleh imbalan dari mobil yang dititipkannya ke koperasi tersebut.
Atas hal itulah, ia mendatangi koperasi itu untuk mempertanyakan imbalan yang semestinya diperoleh setiap bulan. Kemudian diketahui, ternyata kendaraan miliknya bukan disewakan ke pihak perusahaan, tetapi digunakan oleh Yeni Nurhayati, warga Kecamatan Telagasari, Karawang.
Pengelola koperasi mengaku memberikan kendaraan milik Suhaili kepada Yeni, karena Yeni telah menginvestasikan uangnya sekitar Rp 55 juta kepada pengelola koperasi. Yeni berani menginvestasikan uangnya ke koperasi tersebut karena dalam perjanjiannya, ia bisa menggunakan mobil dari koperasi serta mendapatkan uang sekitar Rp 1 juta per bulan dari koperasi.
Curiga atas gelagat yang tidak baik, Suhaili pun menemui Yeni, sampai akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke aparat kepolisian setempat. Selanjutnya, kasus tersebut saat ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Karawang.
Sementara itu, setelah sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum selesai, majelis hakim mempersilakan terdakwa menyampaikan eksepsi atas dakwaan jaksa. Tetapi terdakwa yang didampingi pengacara meminta waktu sepekan untuk menyampaikan eksepsi. Majelis hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan hingga sepekan ke depan. Sidang dengan perkara yang sama akan dilanjutkan pada Rabu (17/4) mendatang. (ops)

Minggu, 25 Desember 2011

BABAD NAGARI PURWOREJO

 




Purworejo atau yang dikenal dahulu sebagai Bagelen berdiri sejak 5 Oktober 901 Masehi. Bagelen dahulu merupakan mancanegara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keduanya saling berkaitan dalam sejarah Babad Dipanegara lan babad Nagari Purworejo, Babad Tanah Jawa dan Kitab Negara Kertagama

SEJARAH PERTAMA
 
Sejarah berdirinya Purworejo, berdasarkan adanya Prasasti “ Kayu Ara Hiwang” atau dikenal sebagai Parasasti “Boro Tengah” Yaitu prasasti tentang peresmian Tanah Perdikan (sima) , Kayu Ara Hiwang yang ditemukan di bawah pohon / tanaman Kayu Sono di dukuh Boro Tengah, tepi sungai Bogowonto atau sungai Watukura. , sekarang masuk wilayah kecamatan Banyuurip.

Prasasti batu Andesit yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuna sebanyak 21 baris ini sejak tahun 1890 telah dipindahkan dan disimpan di Museum Nasional Jakarta Jl Merdeka Barat , dengan inventaris No 78. Prasasti Kayu Ara Hiwang menyebutkan tahun Saka 823, bulan Asuji, hari kelima bulan Paro Petang, Vurukung Senin (wuku) Margasira, bersamaan dengan Siva, atau tanggal 5 Oktober 901 Masehi. Saat itu Raka dari Vanua Poh, Dyah Sala (Mala), putra dari Sang Ratu Bajra yang tinggal di Parivutan, telah menandai Desa Kayu Ara Hiwang yang masuk wilayah Vatu Tihang, menjadi tanah perdikan. Daerah tersebut dibebaskan dari segala pajak, kesemuanya itu untuk memelihara tempat suci Parahyangan. Selain itu , pangeran dari Parivutan mensucikan kejelekan.

Dalam Parasasti tersebut diungkapkan bahwa pembebasan Kayu Ara Hiwang dari kewajiban membayar pajak dan menjadi tanah perdikan , meliputi segala yang dimiliki desa , meliputi : katika, guha, katagan, gaga. Juga disebutkan , Rakaryan dari Vatu Tihang., Pu Sanggrama Surandhara, penduduk Gulak yang masuk wilayah Mahmili menerima pakaian ganja haji patra sisi satu set, perak satu kati dan prasada voring sebanyak satu swarna. Dalam prasasti tersebut juga disebutkan para pejabat dari berbagai tempat antara lain dari Paranggang, Padamuan, Mantyasih, Medang, Pupur, Taji, Watu Tihang Kasugihan, Pakambingan, Varu Ranu, Lampuran, Watu Hyang, Alas Galu, Pakalangkyang, Pagar Vsi, Sru Ayun, Sumumilak, dan Kalungan. Para Pejabat yang hadir tersebut menerima Pasek-pasek berupa pakaian berwarna dan emas seberat satu swarga, satu masa enam masa dan dua belas masa, atau perak satu kati atau satu karsa dua masa.
Sedangkan sampai detik ini tempat-tempat yang disebutkan dalam parasasti tersebut diantara masih ada dan masih bisa dikenali, antara lain Mentyasih = Magelang, Vatu Tihang = S(e)olo Tiang (daerah Loano), Taji = Prambanan , Kalughan = Kalongan Loano dan sebagainya..

Dilihat dari tahun dikeluarkannya prasasti tersebut , dipastikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada masa kekuasaan, Sri Maharaja Dyah Balitung Watukura, seorang maharaja terbesar pada masa Mataram Kuno. Dan mempunyai wilayah dan mempunyai wilayah kekuasaan dari Jawa Tengah, Jawa Timur sampai ke Bali. Dyah Balitung dikenal sebagai Pangeran yang memiliki wilayah Palungguhan di lembah sungai Watukura, sungai besar yang mengalir dari Gunung Sumbing sampai kelautan Hindia , pantai selatan Jawa Tengah.

Menurut Van Der Meulen SJ, pendiri Fakultas Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, wilayah Bagelen berbentuk segitiga, tempat yang sekarang dikenal bernama Ledok, merupakan pojok paling utara dari Bagelen. Basisnya Pantai Selatan, puncaknya Gurung perahu (Dieng) Sungai yang terutama adalah Bogowonto atau Watukura.. Van der Muelen bahkan berpendapat, apa yang dinamakan Holing dalam Tiongkok Kuno seharusnya dibaca Halin, yakni singkatan dari Baghahalin (bagelen), kerajaan yang berlokasi di lembah sungai Bogowonto atau sungai Watukura. Bagelen tersebut sama dengan Pagelen yang disebut dalam Babad Tanah Jawi, kerajaan yang semula diperintah Khulun. Pendapat Van der Meulen tersebut yang menggali isi Kitab Cerita Parahyangan dan Babad Tanah Jawi tersebut, menurut Dr N. Daljoeni merupakan sumbangan yang telah mengobori pronto sejarah yang gelap abad ke-5 sampai dengan abad ke-7.

Sekalipun dalam prassti Kayu Ara Hiwang secara implisit disebutkan nama Sri Maharaja Dyah Balitung Watukura, namun dalam prasasti tersebut disebutkan, nama “Sang Ratu Bajra”. Tokoh ini diduga keras adalah adalah, Rakryan Mahamantri / Maha Patih Hino, Sri Daksottama Bahunbajra Pratipaksaya atau Daksa orang kedua setelah Sri Maharaja Dyah Balitung Watukura. Jadi sebutan “Sang Ratu “ layak diberikan kepadanya karena dalam sejarah perkembangan berikutnya, Daksa adik ipar Balitung naik tahta menjadi raja menggantikan Balitung. Di sisi lain dalam prasasti “Sipater” parasasti batu yang ditemukan di wuwungan (bagaian dalam atap yg tertinggi) Masjid Jenar Kidul tahun 1981 tidak jauh dari lokasi Boro Tengah mengungkapkan pembuatan sebuah “dawuhan” atau tanggul / dam untuk mengairi persawahan. Dalam prasasti tersebut disebutkan nama seorang Samgat dari Kayu Ara Hiwang yang masuk dalam wilayah (anak wanua) Pariwutan dalam wilayah (watek) Ghaluh. Selain itu dalam prasasti “ Tulanana’” tahun 823 Saka. Dyah Balitung Watukura juga disebut sebagai Rakai Galuh, penguasa daerah Galuh. Dengan demikian pendapat Profesor Purbatjaraka, bahwa Dyah Balitung Watukura adalah seorang Pangeran berasal dari Kedu Selatan atau Bagelen adalah benar.
Menurut Prof. Purbatjaraka, nama “Pagelen” atau “Bagelen” itu berasal dari kata “Pagalihan” yaitu daerah yang masuk wilayah Galuh.. Kata “Galih” menurut menurut pendapatnya adalah bentuk karama dari kata Galuh. Contohnya kata Pangguh = Panggih, Lungguh=Linggih, Rungkuh=Ringkih. Dengan demikian , Pegaluhan, Pegalihan, Pagelen, dan Bagelen memang merupakan wilayah kekuasaan Sri Maharaja Dyah Balitung Watukura yang ditandai dengan sebuah aliran Sungai Besar, Sungai Watukura yang kemudian dikenal dengan nama sungai Bogowonto, karena dikedua tepinya banyak Begawan berada. Dalam sejarah berikutnya , daerah Watukura masih dikenang. Ini terbukti dalam naskah Negara Kertagama , Raja Hayam Wuruk masih menyebut nama tersebut. Sedangkan dalam masa kerajaan Demak, Bagelen merupakan suatu propinsi yang dipimpin oleh seorang Tumenggung. Para Kenthol Bagelen memegang peranan penting dalam pembentukan Kerajaan Mataram Islam. Sutawijaya yang kemudian bergelar Sebagai Panembahan Senapati telah mengingat persaudaran dengan para Kenthol Bagelen. Para Kenthol itu pula merupakan pasukan andalan dalam menumpas pemberontaka-pemberontakan maupun dalam operasi operasi militer, termasuk dalam pertempuran melawan VOC di Batavia.
Kesatuan dan kesetiaan orang-orang Bagelen mulai digoyah, tatkala di Kerajaan Mataram timbul pertikaian. Berdasarkan Perjanjian Giyanti , 13 Februari 1755, atas prakarsa VOC Belanda, wilayah Bagelen (Purworejo) dibagi dalam dua bagian sebagian masuk wilayah Surakarta dan sebagian lagi masuk wilayah Yogyakarta. Namun pembagian tersebut tidak jelas batas-batasnya.”Tumpangpuruk, campur baur seperti rujak” Ungkap Laksono salah seorang peneliti. Pemecah belahan ini makin terasa tatkala abad ke-19 pecah perang Diponegoro.

Di Kutip dari Mas Purwo
http://www.purworejokedu.blogspot.com

Kamis, 08 Desember 2011

Solidaritas selamanya Suzuki


Solidaritas selamanya Suzuki


Assalamualaikum Wr.Wb.

Bismillahirohmanirohim.

Hidup buruh.........!!!!
Hidup Buruh.........!!!!

Hidup SUZUKI.....
Hidup SUZUKI.....

Sedikit curahan isi hati yang saya tuangkan dalam blog ini.

Hidup adalah perjuangan,hidup adalah pengorbanan.
sudah 2 hari ini kami para karyawan PT SIM ( SUZUKI INDOMOBIL MOTOR ),
melakukan aksi.kami minta hak - hak kami para karyawan yang belum ada kejelasan sampai saat ini untuk dirundingkan,disepakati,diputuskan,dan  dibayarkan.
Sejujurnya kami tidak ingin lakukan aksi ini jika terjadi hubungan indutrial yang baik dan sehat.

kami para karyawan adalah aset perusahaan yang bisa menunjang berkembangnya perusahaan ini,Janganlah anggap kami hanya sebatas buruh atau pegawai rendahan.
Kita juga manusia punya rasa,punya hati nurani.

Kita semua ciptaan Allah S.W.T.
Sebagai umat manusia kita harus saling menghargai,menghormati.
Jika salah satu norma tersebut dilanggar alangkah buruk hal ini,dimana rasa kita dimana nurani kita.

kita manusia perlu sandang,pangan,papan,pengobatan serta pendidikan yang layak buat keluarga kita,buat anak anak kita sebagai generasi penerus kita,generasi penerus bangsa Indonesia.

Apakah ini hal yang berlebihan ?
Apakah ini hal yang dilarang ?

Dengarlah Jeritan tangis para karyawan,istri,anak-anak kami wahai bapak pimpinan.

Kami yakin bapak bapak menejemen adalah bapak yang berpendidikan tinggi,yang bisa dan mau mendengarkan aspirasi para karyawannya.

Kami pun juga percaya bahwa bapak-bapak menejemen mau melakukan perundingan untuk menyelesaikan semua persoalan ini,jika perlu pihak penanam modal di ikut sertakan untuk mengetahui persoalan ini,
dan ikut memberikan solusi yang terbaik buat kita semua,baik untuk karyawan semua dan pihak penanam modal." yang menjadikan hubungan industrial yang baik dan sehat".

Ya Allah Engkaulah yang maha besar dan maha kuasa.
Yang maha penyayang,serta maha pemurah bagi seluruh umatMu.

Bukakanlah hati para pemimpin pemimpin kami agar bisa merasakan jeritan hati para karyawannya.
Bukalah jalan serta mudahkan jalan pengurus kami agar dapat berunding dengan pihak menejemen.
berikanlah jalan yang terang untuk semuanya Ya Allah.
Agar semuanya dapat diselesaikan dengan baik dan benar.

Semua kami serahkan kepadaMu ya Allah.
Semua kami serahkan kepadaMu ya Allah.
Semua kami serahkan kepadaMu ya Allah.

Ya Allah Engkaulah yang maha besar dan maha kuasa.
Yang maha penyayang,serta maha pemurah bagi seluruh umatMu.

Kami yakin engkau akan mengabulkan permohonan kami,Ya Allah.

Amin
Wasalamualaikum Wr.Wb.

by : anas76's

Kamis, 03 Maret 2011

Ibuku Wonder Womanku

Cerpen Dari Sumedang

Ibuku Wonder Womanku

Mungkin bagi orang lain ibuku hanya sosok perempuan biasa yang punya banyak kelemahan.Tapi bagiku ibu luar biasa,bagai penjaga gawang yang tangguh.Mengapa???karena di tending dari arah manapun bola takkan pernah masuk,itulah keistimewaan ibuku.

Setiap ujian dating ibu hadapi segenap kekurangan dan kelebihannya.Beliau selalu berjuang mengatasinya walau sesulit apapun.Yang mengagumkan ku jika beliau dapat kesulitan tak pernah memberi tahuku walaupun aku tahu ibu ada kesulitan,tapi di hadapanku ibu selalu tenang tak ingin aku ikut memikirkannya.

Semenjak di tinggal ayah menghadap yang kuasa.Aku dan keluarga pulang ke daerah asal ibuku,otomatis tanggung jawab ada di pudak ibu dengan hati yang masih duka mencoba bangkit agar kami anaknya tidak terbengkalai sebagai anakpun aku berusaha memahami keadaan walau waktu itu aku masih kecil belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Ibu memulai mencari nafkah dengan membuat makanan ringan seperti cireng,baso goreng,telur gabus,dll.Lalu di kirim ke warung”\ dan koperasi sekolah.Ibu melakukannya sendiri tanpa di Bantu siapapun.Ibu tak mengeluh walau aku tau ia sangat lelah.

Ada kejadian yang takkan aku lupakan sampai kapanpun.Suatu hari ibu memasarkan dagangan seperti biasa dengan kendaraa bermotor bututnya yang biasa ku sebut “si kukut”.tak lama berselang ibu sudah puylang lagi karena ibu terjatuh dari motor semua dagangan rusak.Aku sedih melihat nya apalagi ketika lihat ibu berjalabn terpincang-pincang dan ada luka. Meskipun aku laki-laki aku tak kuasa melihatnya, aku menagis. Ibu mengelus dan beliau berkata “ibu tidak apa-apa hanya sakit sedikit nanti juga sembuh”. Yang membuatku kagum sama ibu adalah memperjuangkan,membesarkan kami bertiga dengan kemampuannya yang terbatas. Dikala pagi ibu sudah siapkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah,siang sampai malam ibu membuat dagangan ataupaun pesanan. Kala malam aku sudah terlelap tidur,ibu masih sibuk. Ketika malam-malam aku terbangun ibu sedang sholat dan berdo’a. seberapa banyak waktu ibu untuk istirahat?aku tidak tau!yang ku tahu dalam hidupku ibu hanya memikirkan kehidupan untuk keluarga.

Aku berpikir ibu masihmuda,masih pantas menikah lagi. Aku yakin banyak laki-laki yang menginginkan ibu tuk jadi istri. Orang di sekelilingpun pada banyak yang bilang salut dan bersimpati kpd ibu. Aku coba menyuruh ibu menikah lagi meski hati hati kecilku mengatakan “jika ibu aku harus siap”. Aku tidak boleh egois karena bagaimanapuncinta dan kasih saying aku pada ibu takkan mampu mengisi ruang batin ibu yang kosong yaitu kasih lahir dari suami. Ada stu hal lagi yang membuat akuselalu hormat sama ibu,setiap saat ibu selalu minta maaf karena tak mampu membahagiakan anak-anaknya,kemampuan ibu hanya begitu meskipun sudah banting tulang utk mencukupi kehidupan keluarga ibu tidak tau kalau dalam hati aku bangga padanya.

Aku berjanji pada diriku kalau aku ingin jadi orang sukses,kan kupersembahkan keberhasilanku buat ibu. Aku takkan menyiakan perjuangan ibu selama ini. Tiap aku dapat prestasi di sekolah ataupun di tempat ngaji,ibu yang pertama ku beri tahu,ibu tersenyum bahagia saat mendengarnya. Melihat ibu tersenyum bangga padaku membuat aku senang. Baru ini yang bias aku lakukan saat ini.

Ibu tangismu adalah mutiara yang berjatuhan kan ku jadikan pegangan hidupku. Senyum bagai mentari pagi yang menghangatkan tubuhku,tawamu seperti matahari yang menerangi jalanku,tangan halusmu mampu memberi hidup kpd kami anaknya. Ibuku wonder woman buat kami bertiga,walaupun di bawa hidup sederhana kami tetap bangga punya ibu sepertimu.

` aku panjatkan do’a padamu yaaAllah agar engkau angkat derajat ibu setinggi-tingginya. Sayangilah dia seperti ia menyayangi kami. Berikan dia kedudukan yang indah di matamu. Aku yakin engkau takkan mengambil ayahku jika ibuku tak mampu menjaga kami,ibuku manusia yang kau pilih untuk kami.

Yaa Allah,berkahi dan limpahkan pada ibuku rizqi-Mu,bahagiankan dia,kuatkan imannya,perkayalah dia dengan ilmu,hiasi hatinya dengan kesabaran dan kasih saying,muliakanlah wajahnya dengan ketaqwaan,dan perindah fisiknya dengan kesehatan,mudahkanlah semua urusannya,ampunilah dosa dan kesalahannya.jadfikan dia ahli surga—Mu.


Amin ya robbal alamin. . . . . . . . .

Karya : Iqbal
Compare hotel prices and find the best deal - HotelsCombined.com